Ternyata Jabar menyimpan potensi energi panas bumi yang dapat diolah menjadi listrik yang luar biasa. Bahkan, potensi panas bumi di Jabar adalah yang terbesar di dunia.

“Saat ini, sebanyak 70 persen sumber energi untuk pengolahan listrik bersifat renewable. Sisanya, sebesar 30 persen, berupa fosil, semisal batu bara,” tandas Kepala Badan Geologi, R Sukhyar, di Jalan Ciliwung 15 Bandung, Jumat (11/6).

Sukhyar meneruskan, dalam hal sumber energi renewable, sebanyak 70 persennya merupakan panas bumi. “Indonesia merupakan sumber panas bumi terbesar di dunia. Secara total, kandungannya mencapai 28,5 Giga Watt atau setara 12 miliar barel minyak bumi untuk pengoperasian selama 30 tahun,” ujar Sukhyar.
Di Indonesia, kandungan panas bumi yang terbesar berlokasi di Jabar. “Sebenarnya, Jabar-lah yang memiliki kandungan panas bumi terbesar di bumi. Di Jabar, kandungannya sebesar 5.000 Mega Watt. Sisanya, tersebar di berbagai daerah lainnya, utamanya, Indonesia bagian barat, termasuk Sumatera,” paparnya.
Lalu, mengapa Jabar memiliki kandungan panas bumi terbesar? Dijelaskan, itu karena, Jabar merupakan bagian kawasan gunung api yang terbanyak di tanah air. “Bentangan gunung api di Indonesia adalah yang terpanjang di dunia, yaitu 6 ribu kilometer. Itu terbentang mulai Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Irian,” urainya.

Menurutnya, sumber terbesar panas bumi adalah gunung api. “Sebanyak 98 persennya, bersumber pada gunung api. Sisanya, non-vulkanik. Sumber panas gunung api, banyak terdapat di Sumatera, Jawa-Bali, dan Nusa Tenggara,” kata Sukhyar.

Kandungan panas bumi terbesar di Jabar berada di kawasan Gunung Salak dan Kamojang. Kandungan panas bumi di Gunung Salak, cetus dia, mencapai 600 MW. Sedangkan di Kamojang, sambungnya, sebesar 400 MW.